- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KEMANAKAH AKU PERGI ??? (MAZMUR 139)
Kemanakah aku pergi ?
Kemanakah aku lari ?
Kemanakah aku sembunyikan diri ?
Ke ujung langit ?
Ke dasar laut ?
Atau ke dunia orang mati ?
KAU ada di sana...
Di tempat tergelap KAU ada...
KAU tuntun aku, KAU pegang tanganku...
KAU tau ketika aku duduk atau berdiri...
KAU memerikasa aku, sgala jalanku KAU maklumi...
Sbelum lidahku berkata-kata, KAU mengetahuinya...
KAU yang membentuk buah pinggangku...
KAU yang memenunku dalam kandungan ibuku...
KAU yang melihat ketika aku masih bakal anak...
KAU menulis dalam kitab-MU...
Dari depan dan dari blakang KAU mengurung aku...
Sbelum lidahku berkata-kata , ENGKAU tau...
Kemanakah aku bisa pergi dari-MU ?
Kemanakah aku bisa melarikan diri dari-MU ?
Aku tak kan bisa, aku tak mampu...
KAU tak mau melepasku...
Dengan berbagai cara KAU bawa aku kembali...
Sungguh ajaib karya-MU, dasyat perbuatan-MU...
Terimakasih TUHAN...jiwaku benar-benar menyadarinya
Dian dan Foto ada diatas altar
Aku menyadarinya
Aku sadar, aku sudah jauh berjalan.
Ternyata hari sudah mulai malam, matahari akan tenggelam, suara burung sudah hilang, suara jangkrik mulai terdengan. Tapi bulan belum terlihat, gelap sekeliling pandang.
Limapuluh tahun aku mengembara, pada jalan yang tak ber-arah
Hari hari kulalaui dengan sia sia,
Lima puluh tahun waktuku ku gunakan entah untuk apa.
Lima puluh tahun ku berjalan entah kemana
Lima puluh tahun ku buang masa, kuterlantarkan asa,
Ku terbelenggu hasrat,
Terikat rantai cita cita “aku harus begini”
Aku semakin sadar, kakiku terasa sakit berbijak, apalagi melangkah,
mataku sudah rabun dan badanku sudah gemetar,
perjalanan tak mungkin diteruskan lagi.
Ku duduk sebentar, merenung diatas batu besar, bersandar, dan tertidur.
Oh batu, kau memberikan sedikit kelegahan dalam rehatku.
Ku terbangun oleh lolongan kera yang menandakan hari makin gelap, binatang kembali pada sarangnya, tapi serigala ke luar dari gua persembunyiannya
Aku hanya berpikir kemanakah aku selanjutnya. Ku buka tasku yang berisi foto masa lalu, ketika aku masih memiliki orang arang yang kucintai.
Akhh ku husap wajah mereka yang terlihat samar karna gelap. Mereka telah tiada,
Senyum, tangis, tertawa, berteriak bercampur, entah gimana,
kesepian kini menghampiri setelah melihat foto kenangan
Ku berikan kecupan pada foto….air mata itu mengalir , tak ku sadari jatuh membesahi bingkai foto masa lalu.
Andai masa itu bisa terulang, Manis, manis , sayang untuk dilupakan, tapi tak bisa lagi kembali.
Siapa pencipta masa?
Bisa sekedar bertanya?
Kemana sudah mereka pergi?
Tersungkur kaki tak sanggup berdiri lama
Seketika, ada tangan menyentuh pundakku,
membuatku diriku terperangah,
Dia yang menepuk bertanya.
Kemanakan kau mau pergi?
Jawabku aku tidak tahu.
Sebentar lagi malam, katanya …..
“Ya, aku tau , tapi aku dalam kesendirin saat ini,
dan gak tau tah pergi kemana, aku telah berjalan banyak,
tapi aku tak tau kemana kelak,
aku meninggalkan banyak, karna aku ga tau untuk apa
tak ada orang yang mau.
Mereka juga sepertiku meninggalkan banyak,
hanya dian ini yang berguna, dan foto kenangan ini, ambillah sebab aku gak sanggup berjalan lagi”.
Kemudian Ia mengulurkan tanganNya, Ayo ikut aku?
Akh sobat, Aku ini sudah tak kuat,
lihat kakiku sudah membengkak,
sakit untuk melangkah,
nafasku sudah berat,
ambillah dian ini, ambil juga foto ini, hanya ini yang ada padaku, sebagai kenangan bahwa kau dan aku pernah berjumpa di hutan ini.
Mataku memelas ibah agar Ia mau menerima pemberian yang ada padaku.
Hei…
Aku ini sobatmu yang tak mungkin membiarkanmu kesendirian di hutan ini, hari mulai malam, marilah, ikut aku, sebab Aku pencipta masa. yang kau cari….., yang memberi tau arah, memberi terang pada jalanmu,
Aku tersungkur untuk kedua kali, sakiku sakit bergerak, tapi aku harus melangkah, tanganku sakit berpegang tapi harus berpegang tongkat.
Ku mulai lagi melangkah pada jalan yang samar samar.
Dia pergi dan bulan ke luar dari selimut awan ,
bintang bintang telihat indah tersusun seperti Singa pertanda agustus atau september
Kerup kerup datang berdatangan menghampiriku,
Kemanakah engkau berjalan? Akupun tak tau, jawabku……. Mari ikut aku ?
ya Tuhan….. apa yang harus ku bawa padaNya ,… tanyaku.
Dian dan foto ada di meja altar.
Komentar
Posting Komentar